Kamis, 27 September 2007

iPhone Turun Harga, Motorola Turun Pamor?


iphone2 Images

Pemotongan harga ponsel sentuh milik Apple Inc., iPhone menjadi US$ 399 dari US$ 599 ternyata bisa berimbas juga ke produsen lain, khususnya Palm dan Motorola.

Awalnya, iPhone dianggap bukan kompetitor mereka dilihat dari segi harganya. Namun, harga iPhone yang sudah turun membuat ponsel sentuh tersebut menjadi kompetitor langsung Palm Inc. dan Motorola.

Kisaran harga produk unggulan Palm yaitu Treo dan ponsel terbaru Motorola, Razr2 tidak jauh dari US$ 399. Dengan demikian, menurut prediksi analis, Apple dapat merusak pasar potensial kedua produsen tersebut.

"Hal ini (penurunan harga iPhone-red.) berpotensi besar untuk mengambil pasar dan penjualan Treo," tukas analis dari Oppenheimer, Lawrance Harris.

Palm dengan ponsel pintarnya Treo, terjual 2,7 unit di tahun fiskal yang berakhir Juni lalu. Treo yang banyak digunakan para pebisnis untuk e-mail dan berinternet juga dijual seharga US$ 399 di Verizon Wireless.

Sementara, untuk Motorola yang baru saja meluncurkan andalannya, Razr2 juga bisa terkena imbas. Razr2 dijual dengan kisaran US$ 299 hingga US$ 349. "iPhone masih ada di kelas premium dari Razr2, namun perbedaannya kini tidak terlalu mencolok," tutur Harris.

Penurunan harga iPhone ini juga memaksa pihak Motorola untuk memamerkan lini produk barunya atau paling tidak mendiskusikan strategi produk terbarunya di dalam minggu ini. Hari tersebut dijadwalkan sebagai hari inspeksi analis untuk Motorola, dimana para investor akan melihat rencana-rencana dalam model handset barunya.

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/
bulan/09/tgl/08/time/134059/idnews/827299/idkanal/319

Label: ,

Microsoft Permudah UKM Adopsi Unified Communication


microsoftucsite2 Images

Sarana komunikasi yang lazim digunakan saat ini terbagi menjadi dua jalur yaitu telepon dan komputer. Pemisahan ini terjadi karena komunikasi real time (synchoronous) seperti telepon dan voice mail sangat tergantung pada jaringan tunggal. Sedangkan komunikasi yang berbagi pesan (asynchronous) seperti e-mail tergantung pada beberapa jaringan yang terpisah.

Komunikasi real time berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN) sedangkan komunikasi berbasis pesan berjalan diatas network seperti ethernet (IP).

Pemisahan kedua jenis komunikasi tersebut tentu menimbulkan kendala yang dapat meningkatkan biaya dalam berkomunikasi dan pengaturan jaringan infrastruktur TI (teknologi informasi). Atau paling tidak, untuk menunjang kedua fasilitas tersebut terhubung satu sama lain, dibutuhkan menset-up ulang semuanya dari awal.

Atas dasar itulah Microsoft menghadirkan teknologi Unfied Communicatons (UC). Tujuannya, untuk menjembatani kedua perangkat tersebut dalam dua teknologi server yang terintegrasi yaitu Microsoft Exchange Server 2007 dan Office Communication Server 2007 (OCS).

Teknologi tersebut dijanjikan dapat terintegrasi dengan sistem telepon yang digunakan saat ini sekaligus dapat memberikan layanan komunikasi yang lengkap dengan menggunakan jaringan telepon yang ada. Teknologi ini juga mampu memaksimalkan infrastruktur yang ada dengan mengintegrasikan sistem PBX melalui jalur voice over internet protocol (VOIP)/PBX.

Potensi di Indonesia

Menurut Lukman Susetio, Product Manager Unified Communication Microsoft Indonesia, sekarang ini walaupun tren biaya Internet masih mahal namun rata-rata penetrasi Internet semakin lama semakin berkembang di Indonesia.

"Ini bisa dilihat dari sudah banyaknya iklan yang menawarkan paket Internet bandwidth unlimited. Di bisnis yang namanya komunikasi itu adalah suatu cost, kalau kita pakai telepon biasa, cost-nya itu dinamis depend seberapa sibuk kita memakai telepon itu," tutur Lukman, di sela-sela konferensi pers teknologi update Unified Communications di Kantor Microsoft Indonesia di Gedung Bursa Efek Jakarta, beberapa waktu lalu.

Namun, lanjutnya, jika membicarakan tentang Internet dan ketika telah membeli paket unlimited, apakah kita menggunakan bandwitdh itu cuma sedikit atau sampai 100 persen maka kita mengeluarkan biaya yang sama. "Jadi dari segi expenditure dan business value-nya itu akan jauh lebih menarik karena sudah tahu pengeluaran yang terjadi," jelasnya.

Peluang UKM

Meski demikian, penggunaan teknologi UC sering dipandang hanya dapat diadopsi bagi perusahaan besar, sehingga bagi perusahaan berskala kecil menengah (UKM) tidak dapat menikmatinya.

Namun, Lukman menganggap, pandangan seperti itu tidak semuanya benar karena menurutnya sektor UKM pun dapat mengadopsi teknologi ini. Pasalnya, ia menambahkan, walaupun UC memang ditujukan bagi perusahaan besar untuk berbagai branding, tetapi untuk sektor UKM pun juga feasible.

"Seperti yang kita demokan ini hanya memerlukan satu server saja dimana exchange dan OCS-nya (Office Communication Server) jadi satu dan sudah digabungkan, kemudian kita hanya memerlukan satu voip gateway dan itu sudah bisa jalan," ungkapnya.

Sementara itu untuk minimal requirement jika UKM ingin mengadopsi teknologi UC ini menurut Lukman, yang pertama dari segi back end-nya adalah harus mempunyai satu server, lalu harus ada Exchanger Server dan Office Communication Server 2007. Sedangkan dari segi front end, untuk e-mail dari segi media messaging itu memerlukan Microsoft Outlook, lalu untuk Voip dan lainnya bisa menggunakan OCS, tukasnya.

Saat ini Microsoft Indonesia telah mempersiapkan 19 mitra lokalnya untuk segera mengadopsi teknologi Unified Communications dan telah diujicoba di 4 perusahaan lokal.

Salah satu mitra bisnis Microsoft yang tengah membangun aplikasi UC dalam program Rapid Deployment Program adalah PT Kairos Utama Indonesia. "Sebagai mitra bisnis kami selalu menjadi yang terdepan dalam mengadopsi teknologi terbaru Microsoft guna menciptakan solusi terkini bagi para customer kami," Kata Laura C, General Manager PT Kairos Utama Indonesia.

Teknologi Unified Communications yang akan diluncurkan akhir tahun 2007 ini merupakan solusi komunikasi yang dapat membuat kolaborasi kerja semakin mudah dan efisien di tengah tuntutan akan mobile solution yang semakin tinggi. Kami melihat hal ini merupakan sebuah kesempatan bisnis yang baik bagi kami sebagai partner untuk mengembangkan aplikasi diatas teknologi ini sesuai tuntutan para customer kami," tandasnya.

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/
bulan/09/tgl/09/time/130331/idnews/827466/idkanal/319

Label: ,

Anang Jual Lagu Digital Gocengan - Bayar Potong Pulsa


digmus Images

Penjualan kaset dan CD lagu di Indonesia mulai menyurut dibandingkan waktu yang lalu. Konsumen musik masa sekarang mulai beralih ke lagu-lagu digital. Demikian diungkapkan musisi Anang Hermansyah, di Ambarrukmo Plaza - Yogyakarta, Jumat (7/9/2007).

"Dulu penjualan kaset dan CD mencapai kisaran minimal lima juta pertahun, sekarang satu jutapun sudah bagus. Hal ini juga mengikuti tren digitalisasi di seluruh dunia," demikian ungkap suami Kris Dayanti tersebut.

Anang pun telah mengantisipasi hal ini dengan mendirikan toko musik online IM:PORT (Indpendent Music Portal) di www.importmusik.com. Ia mendirikan situs ini sejak dua tahun lalu bersama rekan-rekannya seperti Bongky dari band BIP yang juga hadir di Ambarrukmo.

Kehadiran mereka dalam rangka workshop musik bertajuk 'Multiply our Music' yang didukung oleh Intel Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di empat kota yaitu Surabaya, Denpasar, Yogyakarta dan Bandung. Dalam workshop ini, Intel mendukung pembuatan musik digital dengan komputer berprossesor Intel Core 2 Duo. Prossesor ini diklaim memiliki performa terbaik dalam menjalankan berbagai aplikasi termasuk aplikasi hiburan.

Lebih lanjut menurut Anang, situs IM:PORT mengalami perkembangan cukup pesat. Menurutnya, tiap bulan terdapat sepuluh ribu pengakses di situs ini. Bahkan layanan pembelian sudah bisa dilakukan di mancanegara seperti di Malaysia atau Brunei Darussalam.

Lima Ribu per Buah

Di situs IM:PORT, semua kelompok musik bisa mendaftarkan lagunya secara gratis dengan beberapa syarat. Anang mengungkapkan bahwa saat ini, sekitar 300 demo lagu diterima IM:PORT setiap bulannya.

"Harga tiap lagu hanya lima ribu. Peminat bisa mendownload di situs, bayarannya dengan pulsa," jelas Anang. Anang menambahkan, mereka yang ingin mengunduh harus mengirim SMS terlebih dahulu untuk mendapatkan password.

Lebih lanjut, IM:PORT merupakan sarana bagi musisi yang ingin mempublikasikan karyanya secara independen. Semua orang, tambah Anang, bisa membuat demo lagu di IM:PORT. Bahkan disebutkan, sekelompok wartawan di Jakarta pun tak mau ketinggalan menjual karyanya di IM:PORT.

Disinggung mengenai musik bajakan, Anang mengatakan edukasi harus dilakukan utamanya terhadap pelaku musik terlebih dahulu. "Hargailah lagu karya anak bangsa dengan membeli musik secara legal," demikian harapnya.

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/
bulan/09/tgl/08/time/125059/idnews/827292/idkanal/319

Label: ,

'Software Lokal Indonesia, Just Do It!'


pakailaptop Images

Pengembang piranti lunak di Indonesia diminta lebih berani lagi dalam mencoba dan berbisnis. Moto just do it dari sebuah produsen sepatu pun diserukan untuk diikuti.

Seruan itu disampaikan Alan M. Davis, Professor dari College of Business di Colorado dalam seminar 'Role of asia in Global Software Engineering in the Flat World' yang digelar di Auditorium Kampus 3, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (24/9/2007).

Menurut Davis, meski Indonesia tidak masuk 10 besar produsen piranti lunak dunia, sebenarnya Indonesia punya kesempatan menjadi pemain software yang handal. Salah satu faktornya, papar Davis, manusia Indonesia terbiasa bekerja dengan jam kerja 10-12 jam per hari.

Namun, ia menambahkan, orang Indonesia cenderung kolot dan bingung atau takut bila berada di depan. "Just do it! Seharusnya Indonesia itu just do it!" ia berseru.

Pelaku industri piranti lunak lokal, ujar Davis, harus lebih berani mengambil resiko. Di sisi lain Davis menggariskan perlunya kebijakan yang mendukung industri, selain dukungan dari publik pengguna.

Soft Skill

Masih di seminar yang sama, Inggriani Liem dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Karsono dari PT Astra Honda Motor (AHM)menuturkan pengalaman kerjasama yang telah digelar ITB dan AHM dalam menggali potensi sumberdaya Teknologi Informasi.

Keduanya beranggapan, sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian penting dalam proses rekayasa software. SDM dinilai sangat perlu dalam pengembangan produk piranti lunak, baik yang akan digunakan dalam operasional ataupun yang sifatnya penunjang.

Indri mengatakan, selain kompetensi teknis, perlu juga dikembangkan soft skill dari para SDM. Soft skill ini terkait dengan kepribadian. Tanpa kepribadian yang baik, SDM piranti lunak di Indonesia dinilai akan kurang lengkap.

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/
bulan/09/tgl/24/time/163634/idnews/833736/idkanal/319

Label: ,